Kamis, 06 September 2007

kembalinya sang badai




badai itu datang lagi.










mengguncang kejiwaaanku
dan memaksaku menelusuri kepingan homonculusku di masa lalu
ketika akan kupilih jalan ini
cinta, lagi-lagi itu jawabnya
dan aku tak peduli apa yang ada di di jalan ini,
saat itu.


tapi kini,
lahir jutaan pertanyaan yang berujung pada satu jawab :
mengapa kupilih jalan ini, dulu


dan aku menamakan jutaan pertanyaan itu dengan : badai


kali ini
tak ada yang bisa kuajak bicara tentang badai
semuanya sudah mentah
dan patah arang.
bahkan cinta, tengah terbang ke lain dunia sampai hari ini.
kalaupun dia ada saat ini, jawabnya telah ku tahu :
aku sudah bilang dari dulu, untuk apa ?
dan, tapi aku tetap memaksa.
karena cinta.


ketika badai datang pertama kali
aku bertemu dengan seorang teman
yang dengan bijak memberiku nasehat,
jalanilah jalan yang telah kau pilih
di luar sana sama pahitnya dengan jalan ini.
untuk sementara waktu kata-katanya cukup membuat aku tenang
dan berdamai dengan jalan ini.


waktu berjalan dengan lambat
dan aku tak peduli.
aku menikmati.
orang mencari status di jalan ini
dan aku juga.
biarlah orang mau bilang apa.
aku mencoba tak peduli.


namun,ketika badai datang lagi kali ini
semua yang dulu pernah kuajak diskusi telah mati
mati rasa barangkali tepatnya.
dulu suara-suara mereka bisa membuat aku berdamai dengan jalan ini
memaksaku untuk tinggal sejenak dan menikmati pahit getirnya jalan ini
tapi kini
hatiku lelah untuk berdamai dengan badai.
aku lelah.


sebab jalan ini membuatku
menjual harga diri
dan masa laluku yang kurasa
cukup gemilang.
setidaknya untuk kuingat sendiri.

Rabu, 05 September 2007

tiga pertanyaan besar

pertama
untuk ADAM dan HAWA
my question : mengapa anda makan buah khuldi itu..?


kedua
untuk Ibrahim
my question : mengapa umat anda harus terpecah tiga golongan seperti ini ?

ketiga
untuk Muhammad saw
my question : mengapa harus meminjam 'poligami' untuk menjelaskan konsep keadilan ?



sekian dan terimakasih

nyanyian kasmaran

sejak engkau bertemu, lelaki bermata lembut
ada yang tersentak dari dalam dadamu
kau menyendiri, duduk dalam terang
bersenandung nyanyian kasmaran
dan tersenyum, entah untuk siapa
nampaknya kau tengah mabuk kepayang
kau pahat langit dengan angan-angan
kau ukir malam dengan bayang-bayang


jangan hanya diam kau simpan dalam duduk termenung
malam yang kau sapa lewat tanpa jawab
bersikaplah jujur dan terbuka
tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta yang panas bergelora
barangkali takdir tengah bicara
ia diperuntukkan buatmu, dan pandangan matanya memang buatmu


mengapa harus sembunyi dari kenyataan
cinta kasih sejati kadang datang tak terduga
bergegaslah bangun dari mimpi
atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam
anggap saja takdir tengah bicara
dia datang dari langit buatmu, dan pandangan matanya khusus buatmu



by ; Ebiet G Ade


catatan :
one of my soundtract lifetime
he he :)

Selasa, 04 September 2007

jelang ramadhan

aku rindu pada gempita pencarian yang dulu biasa kulakukan jaman masih jadi mahasiswa. berdiskusi tentang apa saja pada siapa saja (milih orang lah) terutama sama uda. maka, akhir2 ini aq suka buka web-web yang bisa membuatku berhenti sejenak, dan berpikir..
mm..aku rindu suasana itu. pertanyaan kritis terakhirku yang pernah kuingat adalah "uda, mengapa si Allah mejelaskan konsep keadilan tapi pake perumpamaan poligami ?" dan itu sudah laammmmaaa sekali..a long long time ago.
aku rindu bisa punya pertanyaan seperti itu lagi.
dan aku rindu jawaban-jawaban uda untuk pertanyaan-pertanyaanku semacam itu...

apakah ?

katanya, jika di surga nanti (sok yakin tinggal di sana) Allah akan menghadiahkan bidadari-bidadari untuk muslim yang soleh, yang cantik dan tidak pernah tua. lalu, bagaimana konsep 'jodoh di dunia dan di akhirat ' ?
lalu, apakah seorang muslimah juga mendapatkan para bidadara yang ganteng dan tidak pernah tua juga ?
apakah benar begitu ..?
kesannya kok manusia itu pemburu kenikmatan bener.....